ONCE AGAIN HILLARY memejamkan matanya lagi saat merasakan sentuhan tangan Jullio di kepalanya. Entah sudah berapa lama mereka tertidur. Setelah puas melepas kerinduan, Jullio dan Hillary terlelap begitu saja dengan tubuh masih saling bertautan. Hillary berada di atas tubuh kekar Jullio, salah satu posisi yang membuat keduanya memiliki satu sama lain dan mustahil dipisahkan. "Jam berapa sekarang?" gumam Hillaru di d**a Jullio. "Entah. Apa kau mau pulang?" Jullio balik bertanya. Tangannya mengusap rambut lembut Hillary. Dan meski tubuhnya merasa keram karena harus menahan beban gadis itu, Jullio tidak keberatan sama sekali dengan semua itu. Hillary menggeleng. "Aku bisa mengakan kepada Harry kalau aku menginap di rumah temanku." Senyum Jullio terbit. "Apa kau mau menginap di sini?" Hil

