TJG - 44

960 Kata

Tangan Jagad berada di punggung Kaila dan mengusapnya sementara bibirnya yang keras menuntut ciuman lembut dari wanita itu. Kulit Kaila meremang dengan embusan napas pria itu yang sesekali turun ke lehernya. Kaila melingkarkan tangan pada bahu lebar milik Jagad selagi pria itu melakukannya. “Ayo kita menikah.” Suara pria itu sedikit teredam, tidak jelas, karena bibirnya sedang sibuk menciumi kulit halus Kaila. Kaila menunduk pada sumber suara yang saat ini menengadahkan kepalanya. Pria itu, Jagad, memandangnya dengan penuh harap. Mereka berdua baru saja pulang dari rumah sakit, menghadapi kejadian gila yang telah terjadi pada hari itu dan tiba-tiba saja di tengah ciuman panas mereka, Jagad melontarkan ajakan mengejutkan pada Kaila. “Kamu ngomong apa sih, mas?” Kaila menangkup wajah pri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN