TJG - 33

1960 Kata

Kaila sudah siap dengan koper dan tas kecil yang ia bawa di punggungnya. Sudah sejak setengah jam yang lalu dia menunggu di bandara, tapi pria itu masih belum menunjukan batang hidungnya sementara pintu keberangkatan akan ditutup lima belas menit lagi. Untuk kesekian kalinya Kaila menghubungi nomor pria itu. Saat ia hampir putus asa dan berniat mengakhiri panggilan, terdengar suara pria itu di ujung telepon. “Halo, bapak di mana? Sebentar lagi gerbang 3 mau ditutup!” “Sebentar lagi sampai, kamu naik duluan nanti saya nyusul.” Kaila dapat mendengar suara tergesa – gesa dari pria itu sebelum Jagad mematikan panggilan secara sepihak. Mengikuti perintah atasannya, Kaila berjalan melewati lorong menuju ke atas pesawat dan mencari di mana kursinya berada. Matanya lagi – lagi tertuju pada jam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN