TJG - 31

2438 Kata

Sejak pagi Kaila sudah berdoa dalam hati agar Jagad tidak bersikap aneh lagi seperti kemarin. Ia tidak sanggup mengatasi dirinya saat berhadapan dengan pria itu. Sepertinya, doanya terkabul karena sudah hampir jam makan siang pria itu masih belum terlihat di kantor dan belum ada panggilan sama sekali yang mengabari ke mana pria itu pergi. Bukan maksudnya Jagad harus melakukan itu, tapi kan Kaila sekarang bertugas sebagai asistennya jadi sudah seharusnya seorang asisten mengetahui keberadaaan atasan secara langsung. Sudahlah, seharusnya ia senang karena seharian ini tidak perlu bertemu dengan atasannya yang sinting. Mata Kaila melirik jam di ujung meja komputernya. Rekan kerja di divisi lain sudah mulai ribut memanaskan makanan, sebagian berbondong – bondong keluar untuk menuju lift untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN