“Apa?” perkataan wanita itu membuat Jagad yang tadinya mengantuk menjadi tersadar sepenuhnya. “Tunggu, maksud kamu apa?” “Aku mau berhenti.” “Kai,” Pria itu sibuk meraih bokser yang tergeletak di bawah tempat tidur dan mengenakannya sambil berjalan menuju Kaila. “Kita harus omongin ini baik – baik, lagi pula kenapa tiba – tiba gini sih?” Kaila menggeleng. “Ngga tiba – tiba mas. Aku emang udah mau batalin ini dari beberapa hari lalu.” “Tapi tadi kita baru aja bercinta, Kaila. demi tuhan, kamu harus pikirin ini lagi.” Kaila menatap Jagad. “Aku tahu, anggap aja itu bonus. Aku ngga akan minta bayaran untuk kelebihan bulan ini. bayaran terakhir dari mas udah cukup.” Jagad baru saja membayar upahnya bulan lalu beberapa hari ke belakang saat malam sebelum Jagad pergi dengan Sofia. Jadi Kail

