"Dii!" "Bangun Dii sekolah." "Weehhh kebo juga nih adek gue." Rizkan berteriak-teriak di depan kamar Diandra. Biar saja dikira orang tidak waras. Daripada masa depan adiknya dipertaruhkan. "SAYANG BANGUN DONG! TELAT LOH NANTI" Rizkan masih belum berputus asa. Ia masih gencar berteriak-teriak dan mengetuk pintu kamar Diandra. Sebenarnya dia hari ini ada janji untuk menjemput Nisa di kompleknya. Tapi apa daya. Adiknya sangat sulit untuk dibangunkan. Masalah Nisa nanti Rizkan akan fikirkan caranya membujuk Nisa. CEKLEK Diandra berdiri di ambang pintu dengan membawa boneka keropi kesayanganya. Rambutnya yang hitam dan ikal sangat kusut. Matanya belum sepenuhnya terbuka. "Apa Kak? Ribut banget sih. Teriak-teriak kaya lagi di hutan aja!" Omel Diandra dengan suara khas orang baru bangun

