Aku benar-benar melupaka keberadaan Chika, setelah berbicara dengan Ibu dan mengurus semua biaya administrasi, aku mengantar mereka ke panti asuhan meskipun harus dengan sedikit paksaan karena Kia yang semula menolak untuk diantar olehku. Sebelumya aku juga memberi kabar pada Billy untuk mengurus pekerjaan di kantor selama aku berad diluar. “Kamu mau pulang sekarang atau masih mau disini?” tanyaku, sekarang aku dan Kia sedang duduk dikursi yang berada di teras panti asuhan ini sambil melihat anak-anak panti yang tengah bermain bola. Sementara Ibu sudah kembali istirahat di kamarnya. Karena memang masih harus istirahat sesuai dengan yang dokter sarankan. “Aku nginep disini aja, lagian kondisi ibu masih belum sembuh banget. Kasian anak yang lain gak ada yang jagain.”balasnya, aku mengang

