Hari hari berlalu begitu cepat di bulan ini, aku sudah menjadi suami siaga setelah mengetahui hari perkiraan lahir anak kami. Meski waktunya mungkin akan lebih cepat atau malah lebih dari perkiraan, asalkan semuanya berjalan dengan lancar. Pagi tadi aku kembali mengajak Kia untuk jalan sebentar tapi hanya di halaman rumah saja, sekarang ruang gerak Kia semakin sulit apalagi sempat merasa keram di perut atau juga merasa kontraksi. Tapi kata Bunda itu di sebut sebagai kontraksi palsu, meski begitu bagiku tetap saja membuat panik dan khawatir apalagi melihat Kia yang terlihat kesakitan. Kalau saja rasa sakit itu bisa di bagi padaku, sepertinya aku saja yang merasakannya. Sekarang kami sedang menonton tv, Bunda sedang berada di halaman belakang kegiatan seperti biasa dengan bunga yang beliau

