Pagi ini kami bangun tidur dengan suasana baru, rumah baru yang aku beli satu bulan sebelum pindah ke Jakarta. Seperti biasa aku menyiapkan semua ini untuk keluarga kecilku. Rumah ini tidak memiliki lantai dua, hanya satu lantai saja namun halaman yang cukup luas. Sengaja aku memilih ini bahkan saat pertama kali temanku mengatakan akan menjual rumahnya dan aku melihat rumah ini, aku langsung tertarik dengan halamannya. Aku selalu membayangkan setiap pagi anak-anak bermain di halaman rumah, atau di waktu sore dengan aku dan Kia yang duduk di temani secangkir teh dan camilan kecil sambil memantau anak-anak yang bermain di halaman rumah. Kia sudah sibuk dengan peralatan dapurnya, sementara si kembar sepetinya masih di dalam kamar mereka. Aku juga baru keluar dari kamar mandi dan mengenakan

