Sudah satu bulan setelah kami menikmati liburan di Yogyakarta waktu itu, si kembar juga sudah masuk sekolah bersama dengan Leon anak pertama Willy dan Indah. Karena mereka tak sabar untuk sekolah, akhirnya aku dan Kia juga Willy memutuskan untuk memasukkan anak-anak ke playgroup lebih dulu. Mungkin mereka sudah merasa bosan hanya di rumah. Aku juga kembali bekerja seperti biasa, Kia sekarang lebih senang mencoba resep kue baru yang selalu tante Melodi bagikan padanya atau yang ia dapat dari internet. Namun di samping semua itu ada hal yang mengusik batinku, kehadiran Arvin yang tak pernah ku ketahui. Ya dia seolah lenyap begitu saja bahkan aku terlalu terlambat menyadari bahwa selama ini ia tak pernah mengambil alih tubuhku lagi. Aku kembali teringat dengan tahun-tahun yang lalu, dimana ia

