Flashback on Bel di sekolahku baru saja terdengar, aku keluar dari kelas dengan langkah terburu-buru. Hari ini aku harus menjemput Aruna di sekolahnya, yang jarak dari sekolahku lumayan dekat. Sudah setiap hari aku menjemputnya ke sekolah maupun berangkat bersama meski Willy yang merupakan kakak Aruna sering kali protes karena gadis itu lebih dekat denganku di banding dengan kakak laki-lakinya itu. Sementara aku bisa di bilang bahagia karena Aruna ada dalam jangkauan ku. Aku berjalan ke arah parkiran sekolah, kemudian menaiki sepeda motor milikku dan segera melaju meningalkan area parkir. Jalanan hari ini tampak ramai karena memang sudah jam pulang anak sekolahan. Saat aku sebentar lagi sampai di sekolahan Aruna, mataku tak sengaja melihat hal yang membuat rahangku mengeras. Di sana di

