Aku dan Kia baru sampai di Bandung, tepatnya di rumah milik kami. Iya yang aku persiapkan untuk hidup kamu berdua, sebagai hadiah pernikahan untuk gadisku, yang akan menjadi istriku sebentar lagi Kia terlihat bingung saat mobil ini berhenti di depan rumah dengan cat biru dan pagar putihnya. Aku sengaja membawa dia kesini, awalnya memang Kia akan aku beritahu nanti saat kami sudah menajdi sepasang suami istri tapi aku mendadak berubah pukuran. Aku ingin Kia terbiasa lebih dulu di rumah ini, sehingga nanti sudah begitu nyaman saat kami berdua yang menempatinya. Aku mengajak Kia turun dari mobil, dia masih tampak kebingungan melihat rumah ini. Sementara aku hanya tersenyum kecil, kemudian menggandeng tangannya untuk segera memasuki rumah. Ku buka pintu dan pemandangan yang pertama kali kami

