“Kamu hari ini berangkat jam berapa, Res?” suara tante Melodi membuatku menoleh ke arah dapur saat aku sedang membuka kulkas yang tak jauh dari meja makan, untuk mengambil air dingin. “Sore.” Balasku setelah itu meneguk air tersebut. “Arvin, sore jam berapa? Kamu kalau ngomong itu jangan singkat gitu dong, tante kan gak ngerti, jangan-jangan kamu ngomong sama Kia juga gini?” “Hmm... Biasa aja.” “Gak berubah ya, yaudah nanti kalau berangkat kasih tahu tante. Ada titipan buat Kia.” ucap tante Melodi sementara aku hanya mengangguk. Setelah itu aku pergi ke arah halaman belakang dimana bisa aku lihat Willy sedang bersama dengan anaknya, Leon. Aku duduk di kursi samping Willy, dia menyadari keberadaanku yang baru saja duduk tapi masih tak mengeluarkan suara. Dalam diam aku memperhatikan t

