Ojol 38 Berkutat dengan debu, berkutat dengan pekerjaan aneh, yang nggak ada hubungannya sama ojek itu sudah menjadi hal biasa, berkutat di tengah terik matahari pun sudah menjadi makanan sehari-hari, di jalanan gue terlatih menjadi sosok yang bisa dikatakan lebih baik lagi, bahkan gue bisa mengerti dengan segala kondisi yang ada. "Kenapa lu?" Tanya gue saat melihat salah satu pengguna motor dengan jaket Ojol yang berbeda logo dengan gue, tengah mendorong motornya di pinggir jalanan. Panas yang begitu menyengat membuat sosok ini kerap berhenti beberapa kali untuk sekedar mengusap peluh keringat yang menetes membasahi pipinya. Dari gelagat yang ada, gue yakin dia tengah berada di posisi sulit. Karena gue juga pernah mengalami hal itu. "Mogok, bang." Ucap pemuda yang kelihatan lelah kar

