Ojol 43. Gue menepikan motor seketika saat melihat sebuah panggilan di ponsel yang sengaja gue letakkan di tripod yang ada di bagian depan motor. Nama om Heri tertera di sana, seketika itu juga gue langsung meraih ponsel gue dan mengangkatnya. "Halo assalamualaikum, om." "Waalikumsalam, Jo. Kamu di mana?" "Lagi di jalan om, kenapa?" "Sibuk nggak kira-kira?" Gue sedikit mengerutkan kening saat om Heri menanyakan pekerjaan gue, yang hari ini emang nggak begitu sibuk sih, gue cuma mau pergi ke konter untuk mulai membuka dan mengerjakan beberapa hp yang udah gue dapat tempo hari, dan sekarang pun gue masih ada di jalan menuju konter. "Enggak sibuk sih om, Jojo luang kok, kenapa memang?" "Syukurlah kalo nggak sibuk. Om mau minta tolong, tapi ... Mmm ... Gimana ngomongnya ya...." Suara r

