Ojol 78. Siang berlalu begitu saja, panas mulai membelai kulit setiap orang yang ada di dalam ruangan empat kali empat dengan sekat di tengah yang menjadi tempat memajang aksesoris konter. Jojo dan Seno. Mereka saling diam di sana, Jojo yang fokus dengan rongksokan ponsel dan Seno yang sibuk dengan ponselnya. Beberapa kali Seno menggerutu tentang apa yang dia lihat di ponselnya. "Anjir! Nih berita kenapa menuhin Ig gue sih, nggak ada habisnya dari tadi." Gumang Seno pelan, lalu meletakkan ponselnya di atas etalase, dia meraih gelas kopi yang Jojo pesan di warung sebelah, untuk menemani mereka. Lalu seperti biasa, Seno meraih bungkus yang dia letakkan di atas meja tepat di sebelah gelas, sebuah rokok yang tak pernah lepas dari pria itu. "Jo!" Ucap Seno sembari menyulut batang candu yang

