Ojol 26 gue pulang setelah jam menunjukkan pukul sebelah malam, sudah terlalu larut memang, tapi karena keasikan ngobrol bareng Seno gue sampai lupa waktu, untung aja nggak Sampek larut banget, bisa di kunciin sama mamak gue. Dan berujung ngungsi di kontrakan Seno. Lampu rumah sudah padam semua hanya tinggal lampu teras dan lampu dapur yang masih menyala, karena dua Lou itu tentu penting untuk hal tertentu, jadi sengaja nggak di padamkan kalau malam gini. Dengan kunci cadangan yang selalu gue bawa. Gue membuka pintu. Lalu memasukan motor ke dalam rumah. Suasana sepi jelas membuktikan kalau seisi rumah udah pada tidur. Tak ingin membuat kebisingan, gue melangkah perlahan untuk masuk kedalam kamar, lalu setelahnya gue merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Ada banyak hal yang gue pikirka

