Saat masih menjadi pekerja kantoran, Arma sangat jarang sarapan di rumah. Dia memilih membawa bekal dan memakannya jika kelaparan. Jika tidak, dia baru memakan bekal itu saat siang. Dia cukup jarang makan siang di luar. Tentu saja karena enggan bertemu karyawan yang selalu menggodanya. Sekarang, kebiasaan itu mulai berubah. Sejak bekerja bersama Vezy, Arma lebih sering sarapan bersama keluarganya. Terlebih jika Salma masuk pagi. Otomatis semua anggota keluarga akan makan bersama. "Gimana kerjamu? Nyaman?" Arma menoleh ke sisi kiri. Di kursi ujung, seorang lelaki yang mengenakan kemeja batik tengah memakan nasi goreng dan tidak memperhatikannya. "Nyaman, Pa." "Ehm...." Salma berdeham mendengar kalimat itu. Perhatian Arma sekarang tertuju ke adiknya yang tersenyum menggoda. Dia mendengu

