Sesuai ucapan Vezy tadi, lelaki itu mengajak dinner. Dia mengajak serta Razi dan Pak Eben. Arma? Tentu saja diajak. Wanita itu tadi ingin langsung pulang, tetapi Vezy menahannya. Bahkan, lelaki itu mengancam tidak akan mengajak dinner jika Arma tidak ikut. Melihat ekspresi Razi dan Pak Eben yang sudah bahagia karena akan ditraktir, Arma tidak enak hati. Akhirnya dia memilih ikut, meski agak terpaksa. "Wah...." Vezy melihat bebek peking yang disajikan. Aroma khas bebek dengan bumbu yang khas membuat cacing di perutnya terbangun. Dia mengambil sumpit, mengambil daging itu lalu memakannya. "Aaa. Panas!" Arma yang duduk di samping Vezy menoleh. "Jelas panas, masih kelihatan asepnya." Dia geleng-geleng melihat keanehan lelaki itu. Lantas dia melahap nasi hainan pesanannya. "Coba, deh!" pint

