MEREKA BERJUANG, KITA BERJUANG

1087 Kata

“Artinya—yang paling kita takutkan saat ini soal keterbatasan makanan, lambatnya Tim SAR, sakit dan—kematian. Begitu?” tanya Alang seraya menatap orang-orang di sekeliling. Orang-orang itu masih bungkam. Entah sudah malas, atau memang tak mampu lagi berpikir. Hanya Prayit yang mengangguk. Alang menghela napas beberapa kali. “Mohon maaf sebelumnya. Ini nggak bermaksud mengajari, atau sok tahu. Sekedar ingin berpendapat. Kalo nggak sepaham, silahkan didebat. Biar kita pecahkan bersama,” Alang menambahkan. Kali ini tak hanya Prayit yang mengangguk. Nyaris semua, kecuali Lia. Alang mengatur posisi duduknya. “Soal keterbatasan logistik, emang mengkhawatirkan, tapi jangan sampai berlebihan. Selama hutan ini ada, kita masih bisa makan dan minum. Bang Sam, Bang Endi, juga Kikan, udah membuktikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN