“Mmm—kres-kres, gurih-gurih amis—sedikit,” terang Alang meringis. “Rasa apa lagi itu?” tanya Sam bingung. Alang tertawa kecil mendengarnya. “Ya, rasa udang ini. Buktikan sendiri!” jawabnya santai. Kikan dan Sam saling pandang. Lalu memandangi udang kecil di tangan. Keduanya masih terlihat ragu. “Saat makan menu survival, jangan mikir jijik atau nggak enaknya. Tapi bayangkanlah yang enak-enak. Cepat kunyah, lalu telan!” Alang memberi tipsnya. Tiba-tiba Sam mencomot seekor. Menatapnya sebentar dan—Hap! Ia melempar udang itu ke mulutnya. Mengunyah cepat dan segera menelannya. “Aaa...” Sam menunjukkan rongga mulut. Menegaskan telah sukses menelannya. Tapi tak lama matanya menyipit. Memeletkan lidah, lalu tubuhnya bergidik. Reaksi alami memang tak bisa bohong. Menjelaskan kalau ia merasa ge

