BIVAK

1065 Kata

Setelah cukup bersih, mereka mulai mengumpulkan dedaunan kering, dan rumput semak. Gumpalan rumput semak itu, ditebar merata di lantai celah. Kemudian dilapisi dedaunan kering. Itulah yang akan dijadikan alas bivak. Makin banyak semakin baik, karena akan melindungi tubuh dari tanah yang dingin dan lembab. Mendadak Alang mencoba untuk berdiri. Namun tubuhnya limbung. Buru-buru Kikan memeganginya. Agar tak terjatuh. “Mau ke mana?” tanya Kikan sedikit bingung. “Menebang pohon itu!” Alang menunjuk pohon seukuran lengan anak kecil. Tingginya kurang dari tiga meter. Kikan memapahnya ke sana. Mendekatkannya ke pangkal pohon. “Tolong cari kayu kering untuk perapian, Kan. Tapi jangan jauh-jauh. Di sekitar sini aja,” pinta Alang sambil bersiap-siap menebang pohon itu. Tanpa banyak bicara, Kikan m

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN