TANGISAN KIKAN

1038 Kata

Malam semakin larut. Udara dingin kian menyengat. Semilir angin berhembus lembab dan basah. Membawakan butiran-butiran kabut. Tampak lebih pekat. Memaksa tubuh untuk terus bergerak menggigil. Kikan mengerjapkan mata beberapa kali. Gadis itu mendadak terbangun. Lantai kabin terasa begitu dingin. Perlahan terdengar napas para survivor yang tertidur. Kikan beranjak duduk. Memandang ke arah celah kabin. Tampak bias curai perapian menarikan bayangan. Perlahan Kikan bangkit. Berjingkat menuju celah kabin. Gadis itu melihat Alang masih terjaga dekat perapian. Di sampingnya Prayit meringkuk memeluk lutut. Keduanya bertugas jaga di luar kabin. Diam-diam Kikan memerhatikan. Pemuda itu sedang membuka gulungan lengan baju panjangnya. Menariknya hingga ke ujung jemari. Mungkin ingin mengurangi rasa di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN