Keesokan harinya, Bimo sudah menunggu Lula di depan gerbang kosnya. Lula sudah bersiap dan tinggal menunggu Gadis saja. Saat ia keluar kamar, Lula sempat melambaikan tangannya pada Bimo yang sepertinya sedang sibuk dengan ponsel di tangannya. Lula manyun karena Bimo tak kunjung mengangkat wajah dan menoleh ke arahnya. Sementara kalau dipanggil sepertinya bakal jadi usaha yang percuma. Gadis pun tak lama turun dan bingung mendapati wajah Lula yang sudah muram. “Masih pagi etdah ini, kenapa muka lo udah asem bener, sih?!” Lula menoleh tapi tidak menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah Bimo yang tampak sibuk dengan ponselnya di dalam mobil. Karena kacanya terbuka, makanya kegiatan Bimo pun bisa dilihat dengan jelas. “Aaah, ternyata karena cowok lo lagi sibuk banget sama hapenya makanya lo be

