Menjaga Pintu Neraka

1786 Kata

Vincent merasa tersudut saat ditanya hal itu. Makanya ia pun kemudian tersadar harus tetap membuat obrolan mereka malam itu tetap berada pada jalur utama, yakni membahas langkah selanjutnya untuk menangani Anindita. “Eh, kenapa jadi bahas gue, sih?” serga cowok itu bingung sendiri. “Udah, ah, stop di sini. Kita balik ke pembahasan soal Anindita tadi,” katanya mengingatkan. Lula dan Gadis tersadar kemudian mengangguk setuju. “Ah, iya juga kenapa kita malah bahas urusan pribadinya Vincent ya, Dis?!” tanya Lula sambil menoleh pada sahabatnya tersebut. Gadis menahan senyum gelinya. “Iya, aneh. Kenapa juga kita harus penasaran sama kehidupan asmaranya Vincent. Jelas-jelas udah bisa ditebak endingnya gimana,” sambungnya masih menahan senyum geli. Cowok itu mencoba untuk tidak terpancing dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN