Obrolan singkat bersama Opa

1087 Kata

"Sekeras apa pun kamu mencoba menghindari masa lalu, dia akan tetap berjalan di belakangmu. Kamu tak perlu lagi menghindarinya, berdamailah. Menoleh sesekali; berikan senyum terbaik, buktikan bahwa kamu kini telah berbahagia."—One Last Time [10] LS. *** "Papa." Adam yang semula hendak membatalkan niatnya untuk mengunjungi Gema, kontan berhenti. Ia memutar tubuh dan mendapati putra semata wayangnya berdiri di ambang pintu dengan wajah pucat. Abizar tersenyum. Setelah beberapa hari akhirnya sang ayah mau juga menjenguk Gema. Satu kemajuan. "Gema udah nunggu Papa di dalam. Masuk aja," ujarnya kemudian sebelum ayahnya berubah pikiran. "Papa ke sini mau bicara sama kamu." Raut kecewa tak bisa Abizar sembunyikan mendengar sanggahan papanya. "Hm, Papa tunggu di dalam aja. Aku mau beli kopi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN