"Ilona!" teriaknya lagi sambil menarik tanganku dan memperhatikan gumpalan darah yang menempel di telapak tanganku. "Kenapa bisa begini?" tanyanya sambil menatapku dengan tatapan mata cemas. Napasku semakin lama terasa berat, rasanya seperti sesuatu di tenggorokanku yang membuat napasku terasa sulit untuk ditarik. "Apa yang terasa sakit?" tanyanya lagi dan aku hanya bisa menggeleng karena rasa nyeri di dadaku setiap aku menarik napas. Dia tidak berbicara lagi, tapi segera mengangkatku ke dalam gendongannya dan membawaku dengan setengah berlari. Aku tidak tahu ke mana dia membawaku, mungkin melalui jalan rahasia menuju kastil. Karena dalam sekejap, dia sudah membawaku berlari melewati lorong kastil. "Panggil semua tabib ke kamarku sekarang juga!" Suara nyaring Logan masih terdengar jelas

