58. Paling Berharga

2122 Kata

Mataku terus mengarah pada Logan tapi aku benar-benar bingung harus berbicara apa padanya. Kenapa dia mengatakan aku ingin meninggalkannya? Dan raut wajahnya juga terlihat begitu ketakutan, seolah aku memang akan meninggalkannya. Ini hal yang tidak masuk akal, aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti itu. Padahal rasanya tadi aku hanya meninggalkan istana sejenak, bukan untuk benar-benar pergi meninggalkannya. Apakah tadi dia berpikir jika aku akan pergi meninggalkannya? Apa aku telah sangat keterlaluan meninggalkan kamar ini tanpa seijin darinya? Aku benar-benar merasa sangat bersalah dengan apa yang baru saja terjadi ini. "Nak, apakah kau baik-baik saja?" Aku menoleh dan mendapatkan wajah Ibu sedang menatapku dengan dengan wajah khawatir. Semua yang berada di kamar ini terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN