"Maafkan aku, Ayah. Karena kecerobohanku, aku harus terluka seperti ini," kataku pada Ayah saat dia menjengukku. "Itu hal yang sangat wajar terjadi. Selalu ada yang terluka di setiap pertempuran," sahut Ayah menenangkanku. Aku menarik napas lega karena Ayah tidak memarahiku atau malah melarangku untuk ikut ke medan perang lagi. "Tapi Ayah bangga padamu karena kemampuanmu sudah jauh meningkat," pujinya. "Aku berhasil mengalahkan banyak musuh, Ayah," ucapku bangga. "Tapi kau tidak boleh terlalu berbesar kepala, latihanmu masih belum cukup," potong Ayah. "Aku mengerti, Ayah," sahutku. Prajurit dari kerajaan sebelah memang bisa dipukul mundur agar kembali ke wilayah mereka. Bisa dikatakan Kerajaan Northfourt menang melawan para prajurit dari kerajaan sebelah. Dari cerita Ayah, aku tahu j

