“Vi…Violet Jenniston,” jawabnya gugup. Aku menatapnya lebih saksama. “Apakah kau baru berada di istana ini?” tanyaku. Dia mengangguk menjawab pertanyaanku. “Aku mengikuti Pamanku, Hendrick Jenniston,” jawabnya menyebutkan salah seorang pengawal kepercayaan Ayah. “Baiklah kalau begitu, kembalilah ke kediamanmu lagi, jangan berkeliaran di dekat hutan saat hari telah malam seperti ini,” ucapku. “Maaf Tuan Muda, tadi aku tesesat dan tidak tahu arah menuju kediaman Jenniston.” "Jika kau masih baru di sini, harusnya tidak berkeliaran seperti ini," ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku. "Paman Hendrick memintaku mengantar sayuran ini ke dapur istana, tapi aku tidak menemukan tempatnya," ujarnya sambil menundukkan kepala. Aku mengikuti arah matanya dan menemukan sekarung penuh sayuran

