Sebuah gulungan cahaya seperti menarikku dan membuatku terlempar-lempar ke segala arah. Aku mengeratkan pelukanku pada bayi kecilku yang juga mencengkramku dengan sangat erat sampai rasanya lenganku mungkin terluka karenanya. Tapi aku tidak peduli, yang lebih penting aku dan bayi ini harus selamat. Rasanya begitu mual dan membuatku ingin muntah. Aku tidak tahu kenapa jalan untuk kembali begitu sulit seperti ini. Padahal aku mengikuti jalan yang sama dengan yang membawaku datang ke tempat ini tadi. "Ibu," jeritnya ketakutan. "Tenang saja, Ibu bersamamu," bisikku dengan napas terengah. Seluruh tubuhku terasa nyeri, bahkan mungkin terluka karena beberapa kali benturan yang lumayan keras. Jerit tangisan bayiku juga membuatku cemas, khawatir ada yang membuatnya terluka. Tanganku dengan sigap

