Matahari baru saja kehilangan cahayanya saat Logan mengatakan jika kereta kuda yang akan membawa kami ke rumah orang tuaku sudah siap. Aku begitu bersemangat mendengarnya sampai Logan menggeleng-gelengkan kepalanya karena aku yang terlalu antusias. "Hanya beberapa petinggi istana saja yang tahu kepergian kita kali ini. Aku tidak ingin seluruh istana meributkan hal tidak penting ini," ucapnya. Tangannya kemudian terulur mengusap perutku yang masih rata. "Terimakasih karena Yang Mulia mengabulkan permintaanku," ucapku tulus. Logan kemudian membantuku mengenakan jubah tebal untuk melindungi tubuhku dari udara dingin. Di malam hari seperti ini, cuaca di luar sangat dingin karena sepertinya musim dingin akan segera datang. "Katakan lagi apa yang menjadi keinginanmu, tentu aku akan mengabulka

