Sudah tiga bulan semenjak kematian Bu Sandra, sampai saat ini Naura masih bertahan untuk tinggal bersama Aril. Walau ia tidak tahu saat ini Aril menganggapnya apa? Tetapi Naura merasa sedikit bersyukur karena perlahan-lahan sikap Aril semakin melembut padanya. Pria itu tidak lagi seperti saat awal mereka menikah, di mana dulu dia selalu marah-marah bahkan menghina Naura. “Mas Aril, tunggu!” Naura berlari keluar dari rumah. Aril yang tadinya akan pergi ke kantor, berhenti di teras. “Kotak makan siang anda ketinggalan.” Naura menyodorkan kotak makan tersebut pada Aril. Beberapa minggu belakangan ini Aril memang sering membawa bekal makan siang ke kantor. “Terima kasih,” ucap Aril. Ia tersenyum menatap bekal makan siang yang sudah berpindah ke tangannya, lalu menatap Naura. Selama ada Naur

