Bab 13

1662 Kata

Aril duduk di pinggir kolam berenang seraya menengadah ke langit malam, mengamati purnama yang bersinar terang. Sorot mata pria itu menggambarkan banyak kesedihan. Dua puluh enam tahun ia hidup, saat inilah titik terpuruknya. Semua keluarganya sudah pergi meninggalkannya, ia kini sendiri. Kakek, nenek, dan kedua orang tuanya sudah berbeda alam dengannya. Rumah besar ini kini sudah terlihat seperti rumah angker. Ini adalah mimpi terburuk bagi Aril, ia tidak sanggup lagi menjalaninya. Naura berdiri di ambang pintu, menatap Aril dengan air mata yang tak dapat di tahan. Dadanya terasa sesak, bingung memilih antara harus pergi atau bertahan. Aril memang sudah banyak menyakitinya, tetapi Naura tidak tega meninggalkan pria itu sendiri. Aril masih dalam keadaan terpuruk, pria itu sudah tidak pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN