Naura duduk lesu di kursi kayu depan kontrakannya. Wajahnya tampak kusut, berulang kali wanita itu menghembuskan napas gusar. Hana yang baru saja tiba di kontrakan, setelah memarkirkan motornya ia langsung mendekati Naura. Gadis itu baru saja kembali dari kampusnya. "Naura, kamu kenapa? Kok wajahnya kusut gitu, lagi ada masalah?" tanya Hana sembari mengambil duduk di kursi samping Naura. "Nggak ada masalah, kok. Cuma aku lagi pusing aja, udah tiga hari cari kerja tapi belum dapet," jawab Naura. Hana terdiam. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu. "Gini aja, deh. Besok aku bantu tanya temen aku di kampus, mungkin aja mereka tahu tempat yang lagi bukan lowongan." Naura langsung menoleh pada Hana sembari mengukir senyum. "Serius, Han? Makasih, ya," ucap Naura senang. Seketika Naura merasa b

