PSD 54 "Kamu jangan bercanda," lirih Firda. Perempuan itu menunduk dan memainkan sendok. Adam mendengkus, lalu melepaskan tangan Firda dan memundurkan tubuh. "Dari beberapa hari lalu aku udah serius, Fir. Kamu pikir buat apa aku nganterin kamu ke sini, nyetir seharian sampai kaki mati rasa pas nyampe." "Aku hargai usaha kamu buat ngelakuin itu dan bantu aku. Tapi pernikahan nggak hanya sebatas urusan ranjang, Dam. Harus benar-benar yakin dengan perasaan kita. Bukan karena terbawa keinginan sesaat." "Oke, fine! Nggak apa-apa kalau kamu nggak mau. Aku juga nggak akan maksa!" Adam memundurkan kursi dan berdiri. Jalan menjauh dan memasuki kamar. Menarik koper dan membereskan barang-barangnya. Menarik jaket jeans dari gantungan dan mengenakannya dengan cepat. Saat Adam membalikkan badan

