Brak! Syaren menutup pintu ruangannya dengan sangat kasar, ia lalu berjalan ke arah meja kerjanya dan duduk di kursi, merapatkan kedua tangannya di atas meja lalu setelahnya ia menenggelamkan wajahnya di atas tangan yang terlipat. Hiks hiks hiks "Rafael sialan! Laki-laki kurang ajar! Hiks hiks hiks! Syaren terus terisak, hatinya masih terasa sangat sakit saat terus memikirkan Rafael yang memuji wanita lain, laki-laki itu bahkan menawarkan diri untuk menjadi pasangan model wanita nanti. "Tega banget! Gak ada di sini bikin nangis, sekarang ada malah tambah bikin nangis! Katanya cinta, tapi mana? Bukannya berjuang untuk balik lagi, malah langsung cari yang lain! Katanya mau sama-sama sampe tua, mau sampe nikah. Mana? Bullshit! Laki-laki sialan! Brengxsek!" ucap Syaren seraya terisak me

