Bab 31 Semakin dekat semakin jelas wajah mereka. Bu Donita? Siapa laki-laki itu? Tunggu-tunggu, Reno? Bocah itu ... Na-na-Naomi ...? Melihat sosok Naomi aku lalu berdiri dari bangku. Kemudian aku berlari ke arah Naomi. Air mataku luruh tak terbendung lagi rasanya. "Naomi ....." teriakku. Kulihat Naomi juga berlari, begitu menatapku dan mengenali. "Mama ...." Teriak Naomi. Begitu Naomi semakin dekat. Langsung menghambur ke pelukanku di mana tanganku aku buka lebar-lebar. Kupeluk erat sekali tubuh Naomi. Tubuh yang selama ini aku rindukan. Rasanya tak ingin aku melepaskannya. Naomi mulai terisak, mataku juga memanas. "Naomi .... Maafkan Mama, kamu baik-bail saja kan Naak?" tanyaku dengan mata berkaca-kaca. "Baik, Ma ... Mama kemana aja? Kok gak mau menemui Nomi, hu hu hu hu ...,"

