75. Lengket Seperti Prangko

1002 Kata

"Loh? Kok belum mandi?" tanya Binar sambil meletakkan pakaian ganti di atas tempat tidur. "Ata gak mau lepas ini, Sayang." Zean terkekeh, duduk di tepi tempat tidur dengan Permata berada di pangkuan. "Ata sama bunda dulu, yuk! Ayahnya mau mandi," bujuk Binar sambil meraih tangan putrinya. "Enggak. Nanti ayah pergi." Permata menepis tangan sang ibu. "Enggak, Sayang. Ayah gak akan pergi. Ayah cuma mau mandi," sanggah Zean sambil mengusap punggung putrinya yang memeluk erat. "Enggak. Ata mau sama ayah." Ata gak mau ayah pergi." "Ata tunggu di depan kamar mandi. Bawa kursi. Tungguin ayah di situ biar ayahnya gak pergi," ujar Binar. Itu yang sering dilakukan sang anak saat tidak ingin ia tinggalkan. "Ayah gak akan pergi, Sayang. Ayah janji. Ayah cuma mau mandi." Zean ikut membujuk. Perm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN