83. Pria Bayaran dan Ilyasa

1102 Kata

Zean membuka mata. Sejenak diam sambil mengingat. "Astaghfirullah!" Gegas bangkit. Perlahan turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar utama. Tidak sengaja tertidur saat sedang menemani Permata padahal ia sudah meminta sang istri untuk menunggu. Pria itu tampak pasrah saat melihat istri sudah terlelap. Perlahan mendekat dan menutupi tubuh istri yang tidak memakai selimut. Sepertinya tertidur saat sedang menunggu. Untuk membangunkan pun ia tidak tega. Zean duduk di sofa sambil membuka laptop memindahkan data dari ponsel lamanya sambil melihat-lihat foto pernikahannya yang belum sempat dicetak. "Mas!" "AKH!" Zean menjerit saat sedang asik dan tiba-tiba saja mendengar suara wanita dalam pencahayaan yang temaram. "Sayang! Kamu bikin mas kaget!" protesnya sambil mengusap dadda yang berdeba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN