"Kita pernah bertemu, kan?'' tanya Mita usai mendengar cerita. "Iya, Mbak. Di taman. Waktu pertama kali saya ketemu Ata." "Iya di sana. Saya juga ingat." Mita mengangguk. Ia tidak menyangka bahwa pria yang ia temui dulu adalah suami adik iparnya. Pantas saja Mita merasa tidak asing dengan wajah Zean saat pertama kali bertemu. Kini ia ingat, dulu pernah diperlihatkan foto pernikahan Binar. Tampilan gaya rambut yang berbeda membuatnya tidak langsung mengenali. Terlebih ia juga tidak begitu memperhatikan foto suami Binar. "Kamu kenapa gak pernah cerita sama mas, Bi?" tanya Wira, "kamu takut Mas akan bersikap seperti Kak Damar?" Binar menggeleng. "Aku tau Mas gak akan kayak gitu. Aku cuma gak mau merepotkan," cangkirnya kemudian. "Kamu ini, Bi. Selalu aja kayak gitu. Kamu punya banyak sa

