72. Buku Nikah

1002 Kata

"Jadi di mana kamu simpan? Apa perlu aku cari sendiri?" tanya Zean ketika wanita itu diam saja. "Ak-aku gak tau." "Tapi kamu ada di tempat kejadian, Febi." "Iya tapi bukan berarti aku yang ambil juga!" bantah Febi, "lagian bukan aku yang keluarin kamu dari mobil waktu kecelakaan itu." "Aku gak bicara soal siapa yang bantu aku keluar, Febi. Kamu tau maksud aku." Zean sudah mulai kesal. Pasalnya, ia mendengar dari cerita sang istri bahwa kantor urusan agama tempat mereka mendaftarkan pernikahan, tidak memiliki data. Dengan buku nikah itu ia bisa meluruskan semuanya. "Nak Andra? Ada apa ini ribut-ribut?" Arif menghampiri. Dari dalam rumah ia mendengar keributan. Penasaran, segera menuju sumber suara gaduh. "Sore, Om. Maaf mengangguk Om," sahut Zean sambil mencium punggung tangan pria pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN