96. Merajuk

1001 Kata

"Ata!" panggil Binar sambil memasuki ruang tamu rumah ibu mertua hingga tiba di ruang tengah. Tiba-tiba teringat pada cerita Permata tentang Febi. Konon Permata ditinggalkan di kursi. Jika pergi pun seharusnya masih ada di sekitar rumah. Tidak mungkin keluar mengingat halaman belakang pun tidak memiliki pintu keluar. "Say—" Binar melangkah cepat menuju sofa. "Ini Ata, Ma, lagi tidur," ujarnya pada ibu mertua yang mengikuti. Meraba kening Permata, suhu badannya normal. Anak itu bergerak sesaat kemudian kembali tidur nyenyak. "Astaghfirullah ...." Elia tertawa. Merasa lega karena ternyata cucunya baik-baik saja sekaligus merasa boddoh karena tidak mencari dengan benar. "Mama gak lihat ke sofa. Tadi mama cuma lihat dari belakang kursi dan gak kelihatan. Mama Pikir Ata pergi soalnya waktu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN