136. Gara-gara Gorengan

1102 Kata

Melihat sang Ibu menangis, Permata pun ikut menitipkan air mata. "Bunda jangan nangis. Bunda kenapa?" Bertanya di sela isak tangis. Zean menggaruk kepala melihat anak dan istri menangis tanpa ia tahu apa yang menjadi alasannya. Terutama sang istri. "Coba kamu jelasin dulu, ini ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menangis kayak gini, Sayang? Mas jadi bingung loh. Ini mana kita masih di jalan. Tengah malam pula. Setidaknya kamu tunggu sampai kita tiba rumah deh kalau mau nangis." Mendengar perkataan suami, Binar semakin terisak. Ia menangis, bukannya ditenangkan tapi justru disuruh menangis saat tiba di rumah. Pria itu benar-benar menyebalkan. Zean menghela napas panjang kemudian diam, membiarkan istrinya menangis hingga puas. "Sini, Ata sama ayah aja. jangan ikut nangis." Menarik lembut ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN