Arabella dan Matthias melanjutkan perjalanannya menuju luar hutan, wilayah siluman tempat mereka berada. Jalanan yang terjal bukan hanya satu-satunya rintangan yang mereka hadapi. Minimnya oksigen yang bisa mereka hirup pun ikut menyiksa. Sayangnya, ini adalah jalan satu-satunya yang bisa mereka tempuh untuk selamat. “Apa ini sudah benar jalannya? Kenapa sepertinya kita terus berputar-putar?” tanya Matthias. “Menurut Schew, kalau kita terus ikuti petunjuk pasti bisa keluar.” Jawab Arabella sambil menyingkirkan ranting batu yang menghalanginya. “Kenapa Nona sangat mempercayai Tuan Brugman? Bukankah dia seekor siluman?” tanya Matthias lagi. Arabella berhenti melangkah, kemudian menengok ke arah Matthias yang berjalan di sampingnya. Jawabnya, “Schew, meskipun dia nakal, dia tidak pernah

