Suara ledakan menghentikan langkah para siluman yang mengejar Arabella dan Matthias. Para siluman itu saling memandang satu sama lain dan berdiskusi dengan bahasa yang tak dipahami manusia. “Bagaimana ini!?” “Apa ayahnya akan datang?” “Aku akan pergi! Ini terlalu berbahaya!” “Kita harus cepat!” Tanpa mengambil waktu lebih panjang, para siluman itu segera berlari tunggang langgang. Matthias dan Arabella yang tidak mengerti tentang situasi yang dihadapi begitu kebingungan. Mereka heran kenapa monster-monster itu pergi. Hanya saja, mereka berdua yakin bahwa penyebabnya bukan mereka. Tidak hanya para siluman itu yang bergidig mendengar suara ledakan tadi. Dari pihak Schwarlk pun demikian. “Suara apa itu?” tanya Andreas. “Keadaannya semakin gawat. Kita harus lebih cepat lagi berlari.” U

