- UNCERTAIN DESTINY -

1065 Kata

Sesuai perintah Afel, saat ini Hilda sudah lebih dulu masuk ke dalam ruang kerja putera mahkota. Dia duduk di atas sofa sambil melakukan image training tentang bagaimana dia akan memulai pembicaraan mereka. Dia bahkan membayangkan berbagai versi agar bisa mengobrol lebih baik. Misalnya versi standar: “Kita berada di dunia game berjudul ‘Oh, My Beautiful Shilla’.” Versi santai: “Yang Mulia… kita di isekai, loh!” Atau versi preman: “Heh, siapa pun lo, kita bereinkarnasi.” “Kayaknya percuma juga latihan. Paling juga nanti aku dimarahi dulu. Siapa juga yang merasa baik-baik saja setelah dijebak begitu.” gumamnya. Pintu ruang kerja pangeran pun terbuka dan masuklah seorang pria tampan setinggi 183 cm yang tak lain adalah pemilik ruangan ini. Dia sudah membersihkan diri dan mengganti bajuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN