Chapter 16 Perang Dingin

1653 Kata

“Jangan lupa siapkan proposal ide untuk acara festival makanan di Singapura. Acaranya memang tiga bulan lagi tapi kita harus persiapkan dengan matang. Rapat saya akhiri, selamat siang.” “Siang, Pak.” Satria langsung menatap Selin yang sudah selesai membereskan berkasnya. Perempuan itu bergegas meninggalkan ruang rapat dan langsung disusul oleh Andin. Selin marah. Perempuan itu tidak bicara apapun dengannya setelah kejadian semalam. Hari ini juga Selin terlihat lebih pendiam. Satria pun kembali ke mejanya dan mengamati pergerakan Selin di kubikelnya. Ia bisa mendengar dengan jelas kalau Andin, Selin, dan Ben akan makan siang di luar. Sepertinya mereka sudah janjian. Ia ingin bergabung namun Selin nampak tergesa meninggalkan ruangan. Perempuan itu jelas menghindarinya. Saat Selin b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN