Perasaan pemuda itu terus-menerus memikirkan hal yang seperti hilang dari ingatannya hingga tidak lama mata Rafael terasa berat membuatnya tertidur dengan posisi duduk sementara di lain tempat Rajan memandang Lara dengan tatapan sendu karena gadis itu masih pulas dengan tidurnya yang membuat Rajan mengkhawatirkan keadaan Lara yang belum juga tersadar dari masa kritisnya. “Aku merindukanmu, Lara! Kenapa kamu masih tidak juga bangun? Apakah di alam mimpi sana jauh lebih menyenangkan di bandingkan di sini bersama kami? Bagaimana keadaanmu sekarang, Lara? Aku selalu mengkhawatirkanmu dan aku berharap kamu bisa segera tersadar dari masa kritismu! Tolong katakan padaku bahwa semua ini hanya mimpi saja Lara! Aku mohon padamu,” batin Rajan sedih. Hingga tanpa sadar air mata terus menuruni kedua

