Air mata yang sejak tadi Rajan tahan seketika tumpah saat mendengar ucapan Lara yang benar-benar serius lalu perlahan-lahan tangan Lara terasa dingin dan Rajan memohon untuk gadis itu bertahan walaupun pemuda itu tau jika luka dan benturan yang di rasakan Lara semakin membuat keadaannya menurun. “Bagaimana mana mungkin ini bisa bukan salahku, Lara! Kalau saja aku mendengarkan dirimu bisa saja hal ini tak akan terjadi, maafkan aku dan tolong bertahanlah Lara! Kamu harus kuat sampai nanti ambulane datang ya! Katakan sesuatu padaku dan genggamlah tanganku yang erat! Apakah kamu mendengar suaraku? Aku mohon bertahanlah ya Lara,” gumam Rajan sendu. Di tengah-tengah perasaan sedih dan berbagai perasaan yang campur aduk tak lama suara sirene membuat orang-orang menyingkir dari sisi Lara kemudia

